ISPA adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut! Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Posted by : Thing August 30, 2023

ISPA adalah singkatan dari infeksi saluran pernafasan akut. ISPA adalah infeksi saluran pernapasan akut akibat masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh yang berlangsung dalam 14 hari. Gejala ISPA meliputi keluhan batuk, pilek, sesak nafas dengan atau tanpa demam. 

ISPA dibedakan menjadi dua yaitu saluran pernafasan bagian atas seperti rhinitis, fharingitis, dan otitis serta saluran pernafasan bagian bawah seperti laringitis, bronchitis, bronchiolitis, dan pneumonia. Penyakit ISPA adalah penyakit yang sering terjadi pada anak, karena sistem pertahanan tubuh anak masih rendah.

Penyebab ISPA, gejala ISPA, dan Cara mencegah?

Penyebab ISPA

ISPA adalah penyakit yang dapat menyebar melalui udara (air bone disease). Dirangkum dari laman Kementerian Kesehatan, penyebab ISPA terdiri dari 300 jenis bakteri, virus dan rakhitis. Bakteri agen penyebab ISPA termasuk:

  • Streptokokus
  • Stafilokokus
  • Pneumokokus
  • Haemophilus influenzae
  • Bordetella dan Corynebacterium

Sementara, beberapa virus penyebab ISPA antara lain:

  • Myxovirus
  • Adenovirus
  • Coronavirus
  • Picornavirus
  • Myxoplasma
  • Herpesvirus

Beberapa faktor lingkungan penyebab ISPA seperti: Polutan udara seperti asap rokok dan asap bahan bakar memasak Kepadatan anggota keluarga Kondisi ventilasi rumah Kelembaban Kebersihan Musim Suhu Adapun beberapa penyakit yang termasuk ke dalam ISPA adalah: Batuk pilek (common cold) Sinusitis Radang tenggorokan akut (faringitis akut) Laringitis akut Pneumonia COVID-19.

Gejala ISPA Penyakit ISPA adalah penyakit yang timbul karena menurunnya sistem kekebalan atau daya tahan tubuh, misalnya karena kelelahan atau stres. Bakteri dan virus penyebab ISPA di udara bebas akan masuk dan menempel pada saluran bagian atas yaitu tenggorokan dan hidung. Dikutip dari laman Poltekes Denpasar, pada stadium awal, gejala ISPA berupa: Rasa panas, kering dan gatal dalam hidung, yang kemudian diikuti bersin terus menerus Hidung tersumbat dengan ingus encer serta demam da nyeri kepala Permukaan hidung tampak merah dan membengkak Demam Sakit tenggorokan Kelelahan Batuk Pegal-pegal Infeksi dapat menjalar ke paru-paru, dan menyebabkan sesak nafas atau pernafasan terhambat, oksigen yang dihirup berkurang. Selain itu, ISPA juga bisa menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening Infeksi lebih lanjut membuat sekret menjadi kental dan sumbatan di hidung bertambah. Bila tidak terdapat komplikasi, gejala ISPA akan berkurang sesudah 3-5 hari.

Cara mencegah ISPA 

1. Perkuat daya tahan tubuh Sistem kekebalan tubuh seseorang sangat berpengaruh dalam melawan infeksi virus maupun bakteri terhadap tubuh manusia. Risiko seseorang mengalami infeksi akan meningkat ketika kekebalan tubuh lemah. Hal ini cenderung terjadi pada anak-anak, orang yang lebih tua, dan siapa pun yang memiliki penyakit atau kelainan dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Konsumsi buah dan sayur secara lebih rutin dan tambahkan dengan suplemen herbal yang mengandung bahan immunodulator tinggi.

2. Hindari keluar rumah terlalu sering jika Anda tinggal di lingkungan tinggi polusi Jika terpaksa, gunakan masker untuk mengurangi dampak dari terhisapnya partikel debu dan asap yang mengandung karbon ke hidung. Selain itu, hindari manipulasi hidung berlebihan seperti terlalu sering menggosok dan memegang hidung, mengeluarkan lendir terlalu keras, dan mengorek hidung karena dikhawatirkan akan membuat hidung terluka dan rentan terhadap infeksi.

3. Ikuti pola hidup bersih sehat (PHBS) PHBS adalah sebuah pola yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan, yaitu selalu mencuci tangan, beristirahat cukup, serta makan teratur.

 

 

RELATED POSTS
FOLLOW US