Akibat Cuaca Buruk, 5 Awak Kapal Hilang di Bangka Belitung

Posted by : Thing September 28, 2023

Lima awak kapal dilaporkan hilang di perairan Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu (27/9/2023) malam.

Awak kapal tersebut terdiri dari Edi (22), Sunar (35), dan Mukiong (35) yang hilang saat menarik ponton menggunakan kapal kayu di wilayah Tembelok, Desa Bakit, Bangka Barat.

Sementara dua awak lainnya yakni Murtani (50) dan Yoyok (45) hilang saat menarik kapal di Tanjung Binga, Belitung.

Kini kelima awak yang hilang di lokasi berbeda itu sedang dalam pencarian tim gabungan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang, I Made Oka Astawa mengatakan, tiga orang di Tembelok dilaporkan hilang bersama ponton yang sedang ditarik.

“Ponton itu hendak diperbaiki, tapi karena kekurangan alat, kapal kayu kembali ke Mentok meninggalkan tiga awak di ponton. Saat kembali awak dan pontonnya sudah hilang,” kata Oka, Kamis (28/9/2023).

Oka menuturkan, pemilik ponton kembali ke lokasi ponton lego jangkar pada keesokan paginya. Ponton dan ketiga ABK sudah tidak berada lagi ditempat dan pemilik ponton berusaha melakukan pencarian hingga sore hari, namun hasilnya nihil.

“Pengurus Himpunan Nelayan Mentok yang mengetahui kejadian tersebut melaporkan kejadian ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang,” ujar Oka.

Sementara itu, dua nelayan yang hilang di Tanjung Binga terjadi saat keduanya mengantar sebuah kapal dari Tanjung Binga menuju Pantai Serdang. Pada Pukul 16.00 WIB, Yoyok sempat menghubungi istrinya untuk menginformasikan, posisi kapal mereka sedang menepi di perairan sungai padang guna menghindari cuaca buruk dan ombak tinggi.

Kemudian pada Rabu (27/9/2023) istri Yoyok mencoba menghubungi kembali suaminya, namun hingga menjelang Maghrib kedua nelayan tersebut tidak diketahui keberadaannya.

“Operasi SAR gabungan memberangkatkan 1 tim rescue Pos SAR Belitung dan Unit Siaga SAR Tanjung Pandan menuju lokasi kejadian,” ujar Oka.

Oka mengungkapkan, kondisi cuaca pada saat kejadian memang buruk, gelombang yang cukup besar dan angin cukup kencang.Namun tim SAR tetap berharap para nelayan dapat berteduh di lokasi-lokasi yang aman.

“Semoga korban dapat kami temukan dalam kondisi selamat, kemungkinan korban bisa saja kehabisan baterai handphonenya sehingga tidak dapat dihubungi saat mengantar kapal menuju perairan Pantai Serdang,” harap Oka.

 

RELATED POSTS
FOLLOW US